TIRTAYATRA DAN PENGABMAS

Posted: November 8, 2013 in Uncategorized

Dalam kehidupannya  manusia tidak lepas dari keadaan sehat dan sakit. Kesehatan merupakan dambaaan semua mahluk, karena itulah kita harus menjaga kondisi tubuh agar tetap dalam keadaan sehat. Sehat tidak hanya dilihat dari fisik atau jasmani saja, secara rohaniah perlu juga diperhatikan  sesuai dengan apa yang dimaksud pada konsep sehat. Faktor factor pendukung untuk terciptanya keadaan tersebut perlu dijaga keseimbangannya agar tercipta suatu keharmonisan lahir dan batin.

Image                  Image
Dalam mewujudkan hal tersebut diatas dosen  dan mahasiswa D III Keperawatan terus dan giat dengan komitmennya di dalam setiap kegitannya selalu memperhatikan konsep Tri Hita Karana yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Untuk itu pada tanggal 6 Agustus 2013 Dosen D III Keperawatan bersama dengan IKM D III Keperawatan mengadakan kegiatan Tirta Yatra  ke Pura Watu Klotok, Pura Goa Lawah, Pura Ponjok Batu dan Pura Pulaki. Disamping kegiatan Tirta Yatra rombongan juga berkesempatan untuk mengadakan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan, pemereriksaan glukosa, asam urat dan kolesterol serta pengobatan ringan  terhadap pemangku dan pengayah pura. Menurut Ketua Program Studi D III Keperawatan yang sekaligus Pembina IKM D III Keperawatan Ns I Gede Satria Astawa, S.Kep mengatakan kegiatan ini sangat perlu dilakukan mengingat tugas yang dilakukan oleh pemangku dan pengayah pura   sangatlah berat melelahkan apalagi pada hari  purnama tilem sehingga mereka lupa akan kondisi tubuhnya tanpa ada yang memperhatikan Melalui kegiatan ini setidaknya  para pemangku dan pengayah pura mendapat perhatian walaupun tidak seberapa. Kegiatan serupa sudah pernah dilakukan di pura Tanah kilap Denpasar dan pura Samuan Tiga Gianyar. Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh Ketua STIKES Bali, YP3LPK Bali dan PORSIMA Stikes Bali.(GDSA)

Image

ASKEP ANAK DENGAN ASMA

Posted: June 25, 2012 in Kumpulan Askep Anak

a.         Pengertian

Asma  adalah penyakit paru dengan ciri khas yakni saluran nafas sangat mudah bereaksi terhadap berbagai rangsangan atau pencetus dengan manifestasi berupa serangan asma  (Ngastiyah, 2005).

Asma  adalah suatu peradangan pada bronkus akibat reaksi hipersensitif mukosa bronkus terhadap bahan alergen (Riyadi, 2009).

Asma  adalah penyakit yang menyebabkan otot-otot di sekitar saluran bronchial (saluran udara) dalam paru-paru mengkerut, sekaligus lapisan saluran bronchial mengalami peradangan dan bengkak (Espeland, 2008). Selengkapnya ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN ASMA.doc

Praktek Kerja Lapangan ( PKL )

Posted: June 13, 2012 in Praktikum

Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebagai aplikasi dari keperawatan komunitas mahasiswa D III Keperawatan STIKES Bali dilaksanakan selama 1 bulan.

Selama 1 bulan melaksanakan kegiatan PKL, diharapkan mahasiswa  bersama masyarakat mampu :

1.     Mengumpulkan data dengan metode survey untuk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat .

2.     Menyusun prioritas masalah kesehatan masyarakat.

3.     Menyusun rencana tindakan untuk menanggulangi masalah kesehatan sesuai dengan prioritas masalah kesehatan masyarakat.

4.     Melaksanakan kegiatan untuk menanggulangi masalah kesehatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

5.     Melaksanakan asuhan kebidanan komunitas secara komperhensif dan mandiri kepada wanita sepanjang daur kehidupan, neonatus,bayi, dan balita baik yang normal maupun bermasalah.

Dalam kegiatannya mahasiswa bersama-sama dengan    masyarakat akan mengali, menemukan masalah-masalah kesehatan yang ada didesa kerambitan, selanjutnya bersama masyarakat merencanakan dan menindaklanjuti  agar hasilnya nanti dapat dinikmati oleh masyarakat itu sendiri dan mengaplikasikannya kedalam hidup sehari-hari dalam bentuk pola hidup sehat, dengan kata lain dari  masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Adapun Kegiatan PKL kali ini di bagi kedalam 2 kegiatan :

1.  Pembekalan                 :  23 s/d 28 April 2012 (1Minggu)

Pembekalan dimaksuskan agar sebelum mahasiswa terjun ke masyarakat sudah mendapatkan gambaran umum tentang Pembangunan dan pemberdayan serta masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat Tabanan pada umumnya dan masyarakat desa Kerambitan pada khususnya. Berkaitan dengan hal tersebur nara sumber yang kami datangkan adalah ; BPMD Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Camat Kerambitan, Kepala Desa Kerambitan dan Kepala Puskesmas Kerambitan II.

2.   Pelaksanaan PKL       :  30 April s/d 26 Mei 2012 (4 minggu)

Dalam pelaksanaan PKL didesa ini diawali dengan pendistribusian mahasiswa yang dilaksanakan minggu 29  April 2012 bertempat di kantor desa kerambitan diterima langsung oleg semua kepala dusun dan Bapak Babinkabtibmas. Selanjutnya pembukaan dilaksanakan pada hari ini tanggal 30 April 2012 di tempat ini yang sekaligus akan diadakan serah terima mahasiswa dari Ketua Stikes Bali ke Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dari Kepala dinas kesehatan Kab. Tabanan Ke camat Kerambitan , dari camat Kerambitan ke Kepala Desa Kerambitan.

6.     Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan.

7.     Membina keluarga rawan/resiko tinggi dalam bidang kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

8.     Melaksanakan tugas manejerial Baik di institusi pelayanan maupun di

komunitas.

9.     Melaksanakan kegiatan di dalam gedung bersama dengan petugas Puskesmas di wilayah masing-masing

10. Berpartisipasi dalam kegiatan program kesehatan Puskesmas yang ada di wilayah masing-masing.

11. Melaksanakan Penelitian.

12. Menyusun laporan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan

   Selama proses PKL mahasiswa tinggal di keluarga-keluarga di tiap dusun yang menjadi tanggung jawabnya dengan alasan agar setiap mahasiswa dapat menjalin hubungan baik dengan keluarga  dan masyarakat.

Dalam dunia kecelakaan sering kita bertindak tidak benar sehingga sering maksudnya menolong korban namun akibat cara menolong yang tidak benar membuat korban menjadi lebih parah, sehingga team penolong yang salah satunya adalah tenaga perawat diharapkan mampu bertindak sesuai dengan protap dan standar yang sesuai.  Mengingat hal tersebut di atas sangat perlu dan penting bagi STIKES Bali  untuk membekali lulusannya  dengan berbagai tambahan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya adalah melalui kegiatan pelatihan BTCLS.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah sbb :

1. Peserta memahami sistem penanggulangan penderita gawat darurat terpadu.

2. Peserta memahami konsep dasar penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma sesuai standar internasional.

3. Peserta mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa pada pederita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma.

4. Peserta mampu melakukan penanggulangan / penanganan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma berdasarkan prioritas masalah.

5. Peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma yang memadai untuk bekerja di UGD, ICU, Klinik, Puskesmas dan Ambulans Gawat Darurat.

Pelatih terdiri dari 7 orang dari Yayasan AGD 118 Jakarta dan 2 orang dari 118 Wilayah Bali.  Pelatihan memakai metode ceramah diskusi dan praktek. Kegiatan ceramah dilaksanakan di ruang kelas yang sudah ditentukan, sedangkan diskusi dan praktek dilaksanakan di ruang Laboratorium kekhususan sejumlah 8 ruangan

Praktek Laboratorium  Keperawatan  ini merupakan salah satu upaya institusi dalam menerapkan secara langsung semua teori kebutuhan dasar manusia (KDM) I  yang telah diperoleh mahasiswa selama mengikuti pendidikan  tahun 1 pada semester 1.

Kegiatan belajar mengajar dengan metode praktek laboratorium  ini diberikan untuk menunjang pengenalan mahasiswa terhadap  pelaksaan tindakan keperawatan langsung pada pasien atau pantom. Kegiatan belajar mengajar ini menggunakan tahapan prosedur kerja tindakan  keperawatan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia.

 

1. Pengertian

Bronkiolitis adalah suatu kondisi terjadi terutama pada umur kurang dari 6 bulan dan didahului dengan gejala pilek yang diikuti oleh batuk iritatif serak, sukar bernafas, dan tidak mau makan.  (Insley, 2005).

Bronkiolitis akut adalah suatu sindrom obstruksi bronkiolus yang sering diderita bayi atau anak berumur kurang dari 2 tahun, paling sering pada usia 6 bulan.  (Ngastiyah, 2005).

Bronkiolitis akut adalah penyakit obstruktif akibat inflamasi akut pada saluran nafas kecil (bronkiolus), terjadai pada anak berusia kurang dari 2 tahun dengan insidens tertinggi sekitar usia 6 bulan.  (Mansjoer, 2000).

Selengkapnya ASUHAN KEPERAWATAN BRONKHIOLITIS.doc

 

GADAR ANAK

Posted: January 10, 2012 in Materi Kuliah

Kegawatan pada anak sering timbul tanpa sadari. Kejadiannya begitu saja dan bahkan sering menimbulkan komplikasi lebih jauh bahkan kematian. Pencegahan, Pengenalan, dan penanganan sagat penting diperhatikan agar hal yang tidak diinginkan terjadi.
Selengkapnya gadar anak.1.ppt