TERAPI BAGI BAYI KUNING

Posted: December 12, 2011 in Tips

Penyakit kuning sering kali dikaitkan dengan infeksi virus. Kelainan itu kerap kali dihubungkan dengan kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Namun, pada bayi baru lahir tidak demikian keadaannya. Warna kuning secara menyeluruh atau sebagian pada kulit atau pada bagian putih bola mata tidak selalu akan berakibat buruk bagi kesehatan bayi.

Menurut pakar pediatrik spesialis anak, William Sears MD, dan istrinya, Martha Sears, dalam buku The Baby Book, mayoritas bayi yang sakit kuning disebabkan meningkatnya bilirubin dan endapan atau sisa bilirubin di kulit. Bilirubin terbentuk sebagai hasil akhir proses pemecahan hemoglobin dalam sel darah merah. Kadar bilirubin diukur dengan mengambil beberapa tetes darah dari tumit bayi.
Bayi baru lahir dapat mengalami jenis sakit kuning yakni normal (fisiologis) dan abnormal. Karena kurang oksigen selama dalam kandungan, bayi baru lahir memiliki sel darah merah lebih banyak dari yang diperlukan. Kelebihan sel ini bergabung dengan pigmen kuning yang disebut bilirubin, dan dipecahkan oleh tubuh bayi. Selama dipecahkan, pigmen kuning dilepaskan hati melalui urine.

Pada bayi baru lahir, hati belum matang sehingga tidak dapat menangani kelebihan bilirubin. Hal inilah yang membuat pigmen kuning ini menetap di kulit dan mencerminkan warna kuning selama tiga atau empat hari setelah kelahiran. Inilah penyakit kuning yang normal. Setelah sistem pembuangan bilirubin bayi matang dan kelebihan sel darah berkurang, maka penyakit kuning menghilang.
Namun, sakit kuning abnormal biasanya berkembang lebih cepat, pada 24 jam setelah kelahiran. Penyakit kuning jenis ini disebabkan oleh terlalu banyaknya sel darah merah yang terlalu cepat pecah. Kelebihan bilirubin menyebabkan kerusakan otak. Namun, hal ini jarang terjadi jika mendapat perawatan dan pencegahan modern.
Untuk mencegah kuning pada bayi dan akibatnya perlu pemeriksaan kehamilan secara teratur, menggunakan sarana kelahiran dan tenaga kesehatan memadai, serta memperbaiki faktor lingkungan untuk mengurangi bahaya infeksi nosokomial. Secara awam, kuning pada bayi bisa dilihat dari perubahan warna bagian putih mata.

Batas aman untuk bayi kuning bila kadar bilirubinnya tidak lebih dari 12 mg/dl. Jika kadar bilirubin di atas 20 mg/dl, bayi harus ditransfusi tukar agar bilirubin tidak melekat pada otak. “Jika terlambat ditangani, bisa merusak otak sehingga bayi mengalami gangguan tumbuh kembang, antara lain intelegensia kurang.Maka dari itu, perlu ada pemeriksaan laboratorium untuk mencari tahu penyebabnya dan mengambil contoh darah untuk memantau kadar bilirubin. Jika kuning normal, cukup dijemur di bawah sinar matahari. Namun, jika kadar bilirubin terlalu tinggi, dapat dilakukan dengan memberi lebih banyak cairan dan menempatkan bayi kuning di bawah lampu fototerapi untuk memecahkan kelebihan pigmen kuning pada bayi.
Pada dasarnya, ASI lebih baik dibandingkan dengan susu formula untuk membantu menghilangkan penyakit kuning. Namun, menurut Sears, jadwal menyusui dan pemisahan ibu dari bayi menyebabkan bayi lebih kuning karena pemberian makan yang terbatas membuat bayi kurang mendapat kalori. Jadi, penyakit kuning akibat penyusuan merupakan kondisi yang tidak disebabkan ASI Anda, tetapi oleh manajemen penyusuan yang lemah.

Sears menyatakan, para ibu hampir tidak perlu berhenti menyusui bayi yang terkena penyakit kuning. Ibu dianjurkan mengikuti saran penyusuan yang tepat, terutama frekuensi menyusui sejak dini dan konsultasi penyusuan. Ini akan membantu mengurangi banyak penyebab sakit kuning. Sejumlah cairan dan kalori, terutama yang berasal dari ASI, diperlukan untuk membantu bayi baru lahir membersihkan kelebihan bilirubin dalam tubuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s